Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Tekan Tingkat Pengangguran, Enos Buka Pelatihan Keterampilan 

14
×

Tekan Tingkat Pengangguran, Enos Buka Pelatihan Keterampilan 

Sebarkan artikel ini

 

OKU Timur – Untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di Bumi Sebiduk Sehaluan, Bupati OKU Timur Ir H Lanosin MT buka pelatihan keterampilan program patreot dengan materi menjahit dan mengelas. Senin, (15/1/2024). Gumawang, Belitang.

Example 300x600

Kegiatan ini merupakan yang kedua kalinya, dimana pada tahun 2023 lalu, program yang sama juga dilakukan pada Oktober lalu tepatnya di desa Bedilan, Belitang.

Dengan mengusung tema ‘Bersama Pemerintah Kabupaten OKU Timur Membangun Masyarakat, Meningkatkan Sumber Daya Manusia’, Bupati berharap program ini dapat bermanfaat bagi masyarakat serta dapat menekan tingkat pengangguran.

“Alhamdulillah masyarakat tergolong pengangguran di OKU Timur telah menurun, dengan melakukan berbagai metode,” jelas Bupati.

Orang nomor satu di bumi sebiduk sehaluan ini juga menyampaikan bahwa pemkab OKU Timur telah bekerjasama dengan perusahaan garment di Jawa Tengah.

“Namun, agar dapat dikirim dan bekerja di perusahaan itu kita harus dibekali dengan ilmu keterampilan salah satunya menjahit,” ujar Enos.

Ditambahkannya juga, TP PKK OKU Timur sampai saat ini terus menularkan ilmu keterampilan melalui program pelatihan rumah ilmu. Ada banyak pelatihan seperti membuat kue, pangkas rambut, termasuk menjahit dan semua itu juga gratis.

Guna mendukung program pelatihan ini, pemkab OKU Timur berencana membangun Balai Latihan Kerja (BLK) di Belitang. Selain itu pula, berbagai peralatan juga terus diupayakan agar masyarakat yang mengikuti terus meningkatkan keterampilannya.

“Bantuan peralatan juga terus kami upayakan, namun tidak sembarang kita bisa memberikan peralatan tersebut, tentu yang menerima harus mampu mengoperasikannya, maka harus dibekali pelatihan,” kata Enos.

Sementara, ketua patreot, Ngabirin dalam laporannya mengatakan, jika pelatihan yang berlangsung selama satu pekan ini bisa diikuti oleh peserta mulai dari usia 18 sampai 23 tahun.

“Untuk peserta usia 18-23 tahun yang punya sertifikat bisa diberangkatkan ke Solo, Jawa Tengah”, ujarnya.

Di tempat yang sama, Ketua ICSB (UMKM) OKU Timur Hj. Melinda, S.Sos. M.M juga mengatakan, UMKM OKU Timur saat ini memiliki 500 penjahit sebagai anggota. Untuk itu, pihaknya akan terus memonitoring mesin jahit yang dialokasikan tersebut terpakai atau tidak.

“Pesan saya untuk semua perempuan di OKU Timur harus serba bisa mulai dari mengiris bawang di dapur, menjahit baju sendiri, sampai memegang mic di depan masyarakat. Dengan pelatihan seperti ini akan mendapatkan banyak ilmu untuk terus mengasah keterampilan kita”, tutupnya. (*)