Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Bupati OKU TimurKPU OKU Timur

KPU OKU Timur Gelar Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu 2024

24
×

KPU OKU Timur Gelar Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu 2024

Sebarkan artikel ini
Ketua KPU OKU Timur Denis Firmansyah Saat Buka Simulasi Pemungutan Suara. Selasa, (30/12024).

OKU Timur – Komisi Pemilihan Umum (KPU) OKU Timur mulai menggelar simulasi pemungutan dan penghitungan surat suara serta penggunaan aplikasi Sirekap. Bina praja pemkab OKU Timur. Selasa, (30/1/2025).

Simulasi tersebut merupakan dalam rangka mensukseskan pelaksanaan pemilu 2024 yang tinggal dua pekan lagi ini, untuk itu sosialisasi terus dilakukan secara bertahap hingga di kecamatan.

Example 300x600

“Kegiatan ini nantinya akan dilaksanakan secara berjangka di setiap kecamatan oleh setiap KPPS,” ujar Denis Firmansyah, ketua KPU OKU Timur.

Denis juga mengatakan, persiapan pemilu yang tinggal dua pekan lagi ini sudah dalam rancangan persiapan, baik oleh KPU, Bawaslu maupun pemkab, TNI dan Polri.

“Bermuara pada 14 Februari nanti, kita harapkan dapat berjalan lancar tanpa hambatan,” harap Denis.

Selaku penyelenggara, lanjut Denis, pihaknya akan segera konsolidasi internal dan memastikan KPU OKUT siap menjaga netralitas sebagai persyaratan utama bagi penyelenggara agar bersih netral dan integritas.

“Kami harapkan juga peserta pemilu mengikuti pelaksanaan sesuai dengan aturan. Kita diamanatkan untuk menjaga sumsel zero konflik,” imbuhnya.

Denis pun menerangkan, selain simulasi penghitungan surat suara, KPU OKU Timur juga mensosialisasikan penggunaan aplikasi Sirekap kepada panitia KPPS.

“Sesuai arahan kita adakan simulasi hitung surat suara dan aplikasi sirekap, meskipun pengunaan aplikasi ini sangat bergantung dengan jaringan internet,” ucapnya.

Untuk jaringan internet, ujar Denis, ada satu titik di Kabupaten OKU Timur yang belum terjangkau internet. Namun, hal ini sudah dilaporkan ke Bupati melalui diskominfo dan segera akan ditanggulangi.

Sementara, Bupati OKU Timur Ir H Lanosin MT mengatakan, terkait masih adanya titik yang belum dijangkau internet, pemerintah daerah segera mempelajari kendalanya.

“Semaksimal mungkin pemerintah daerah akan berkoodinasi dengan pihak swasta terkait, agar masyarakat dapat menunaikan hak pilihnya pada pemilu nanti berjalan lancar,” tukasnya. (*)