Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Aksi Mendesak PJ Bupati Banyuasin, Copot Kepsek SMPN 5 Takel dan Oknum Guru P3K

30
×

Aksi Mendesak PJ Bupati Banyuasin, Copot Kepsek SMPN 5 Takel dan Oknum Guru P3K

Sebarkan artikel ini

BANYUASIN – Membawa mobil komando Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Banyuasin, kembali melakukan aksi unjuk rasa (Unras) damai di depan Kantor Bupati Banyuasin. Rabu ( 3/7/2024).

Aksi JPKP menindaklanjuti adanya Pelanggaran oleh oknum kepsek SMPN 5 Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin yang diduga telah melakukan pungutan liar (Pungli) Serta oknum guru P3K di SMPN yang sama, inisial T diduga tidak melaksanakan tugasnya sebagai tenaga pengajar (Guru) selama 6 bulan berturut-turut.

Example 300x600

Indosapri selaku ketua JPKP Banyuasin pada kesempatan itu dalam orasinya, mendesak PJ Bupati Banyuasin memerintahkan kepala Disdikbud Banyuasin memecat oknum Kepsek dan oknum guru P3K tersebut guna memulihkan nama baik dunia pendidikan di Bumi Sedulang Setudung yang kita cintai ini. Kata indo.

“Kita tidak ingin apa yang dilakukan oknum kepsek dan guru ditiru sekolah lainnya di Banyuasin, timpalnya.

Benar informasi, Kepsek telah mengembalikan dana tersebut namun hal itu tentu malah membenarkan bahwa dugaan pungli itu memang ada.

Tentu sudah sepatutnya kedua oknum ini langsung diberikan sanksi bukan sekedar teguran langsung Pecat.

JPKP akan terus mengawal kasus ini hingga selesai sampai ke duannya di pecat, kami akan kembali dengan massa yang lebih banyak lagi guna mempertanyakan hal ini apakah kadisdik berani memecat kedua oknum ini.

Namun ketika kenyataan nanti Kadisdikbud tidak punya keberanian kami harap tanpa mengurangi rasa hormat silahkan mundur dari jabatan kepala Dinas. Tutupnya.

Masa JPKP disambut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin diawali Kepala Bidang Pembinaan SMP Supadi, S.Pd., M.Si, kesempatan itu ia menuturkan pihaknya telah turun ke sekolah, dari keterangan kepsek bahwa dana Rp. 200.000 tersebut telah dikembangkan ke wali murid, terkait kena itu terjadi, hal itu merupakan kesepakatan komite yang disepakati dana terkumpul untuk pembuatan jalan lingkungan sekolah. Berkenaan. dengan Guru P3K yang tidak pernah masuk dikarenakan yang bersangkutan sedang sakit.

“Untuk guru P3K jarang masuk karena yang bersangkutan sakit, saat kami turun ke sekolah ysb masih memakai infus jika dilepas langsung muntah – muntah serta ada tanda berobat dari rumah sakit. Tutupnya

Sempat ada tanggapan pedas dari ketua JPKP tidak menerima apa yang jadi penjelasan Supandi, murut Indo jika semua setuju tidak mungkin hal ini bisa samapi ke pihak JPKP artinya wali murid keberatan.

Indo dengan lantang meminta PJ Bupati Banyuasin mengevaluasi jabatan Kabid Pembinaan SMP dinilai gagal sebab ketika dipegang beliau banyak kegaduhan, harus segera dicopot. Tutupnya lantang.

Red.